Seminar Nasional dan Workshop Maritim 2014

  •  
  •  
  •  
  •  

Selama kurun waktu lima dasawarsa pemerintah dan pelaku ekonomi telah menitik beratkan pembangunan nasional melalui upaya pengelolaan dan eksploitasi sumberdaya alam, khususnya yang berada di wilayah daratan. Fokus pengelolaan dan eksploitasi sumberdaya yang banyak mendapat perhatian selama ini antara lain berupa perluasan dan peningkatan produksi bidang pertanian, kehutanan dan pertambangan. Keadaan menunjukkan bahwa melalui kebijakan perluasan dan peningkatan produksi pertanian, eksploitasi hutan dan bahan tambang yang melampaui batas daya dukung alam dibanding dengan kemampuan manusia memelihara, telah banyak menyebabkan kerusakan alam.

Dampak kerusakan alam yang telah terjadi saat ini berupa banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan meningkatnya kadar karbondioksida (CO2) yang menjadi pendorong terjadinya perubahan iklim secara global. Selanjutnya, kerusakan di darat secara sangat nyata memberi dampak pada kehidupan diperairan, pantai dan laut. Kekeruhan air akibat erosi dapat menyebabkan dangkalnya sungai dan wilayah pantai, mengakibatkan terganggunya ekosistem pantai dan gangguan biota laut. Kerusakan alam ini harus kita yakini bahwa semuanya berasal dari kekeliruan manusia dalam memanfaatkan alam ciptaan Allah yang melampaui batas, sebagaimana firman Allah dalam Qs. Ar-Rum 40 sebagai berikut :

ظَهَرَٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١

Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Pemanfaatan potensi sumber daya (darat dan laut) secara berlebihan dan tak terkendali pada akhirnya merusak atau mempercepat berkurangnya sumber daya nasional secara menyeluruh. Namun, dengan pesatnya pertambahan penduduk dan perkembangan teknologi, serta tuntutan penyediaan kebutuhan dan pemenuhan hajad hidup masyarakat, mendorong pentingnya pengembangan potensi pesisir dan laut sebagai modal dasar pembangunan nasional.

Jauh sebelum masa kemerdekaan, Indonesia ternyata sudah dikenal dunia sebagai Bangsa yang memiliki Peradaban maritim maju. Bahkan, bangsa ini pernah mengalami masa keemasan pada awal abad ke-9 Masehi. Sejarah mencatat bangsa Indonesia telah berlayar jauh dengan kapal bercadik menggunakan alat navigasi seadanya.Mereka telah mampu berlayar ke utara, lalu ke barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar dan berlanjut ke timur hingga Pulau Paskah.

Dengan demikian ramainya arus pengangkutan komoditas perdagangan melalui laut, mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar. Berdasarkan pertimbangan IPOLEKSOSBUDHANKAM fungsi laut perlu menjadi kebijakan pengembangan pembangunan yang berbasis maritim. Orientasi kebijakan berbasis maritim dapat memperkuat fungsi laut menjadi media edukasi dan pemersatu bangsa, media transportasi, media sumberdaya ekonomi, sosial dan budaya, serta sebagai media pertahanan dan keamanan.Terbangunnya penguatan wilayah maritim merupakan wujud kemampuan anak bangsa dalam mensyukuri dan memanfaatkan negara kepulauan yang dapat memberi pengaruh di seluruh dunia. Oleh karena itu, memprioritaskan orientasi pembangunan nasional Indonesia ke arah pendekatan maritim merupakan suatu hal yang sangat penting dan mendesak.


  •  
  •  
  •  
  •  

You may also like...

3 Responses

  1. andi mardiyanti says:

    Klo mau ikut caranya gmn? Tempatnya d mn?

  2. Alhamdulillah, sukses acara Seminar Nasional dan Workshop Maritim 2014…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *